Sunday, July 21, 2013

Kembali ke Tanah Air:: Garuda Indonesia GA0981 Jeddah-Jakarta

     Trip Report ini sudah basi, sekitar satu tahun yang lalu...
     Penerbangan kali ini menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 'keramat' yang telah dihafal betul oleh para jamaah umrah atau agen perjalanan, GA 981 dengan pesawat legendaris Queen of The Sky, Boeing 747-400.
     Cerita ini bermula dari sebidang padang tandus di jazirah Arabia dimana angin padang pasir di musim panas berhembus...



    Hehehe...tapi gambar di atas cerita lain, karena gambar tersebut diambil di highway antara Madinah dan Makkah.
    Oke, kita skip cerita pengarungan padang tandus, pertemuan dengan orang-orang badui dan onta-onta ternak mereka, tiba-tiba saja kami serombongan terdampar di sebuah tempat asing dengan petunjuk:

"WELCOME TO JEDDAH HAJJ TERMINAL"


Dan kemudian...







Peringatan Sebelum Anda masuk Pintu Kemana Saja



Dan akhirnya...kami berhasil masuk kedalam check-in area...
Yang penuh sesak dengan manusia beragam suku bangsa yang ingin kembali ke tanah air masing-masing setelah menunaikan ibadah umrah di tanah suci

Check-in counter for My Flight
Check-in Counter Singapore Airlines *kapan ya gw naik ini?
     Dan di Hajj Terminal Jeddah ini, jangan harapkan premium service atau fast track atau executive lounge de-el-el, karena peraturan bandara ini cukup simpel, yaitu "Siapa Cepat Dia Dapat" walaupun Anda penghuni singgasana First Class atau Business Class airline bintang sepuluh, Anda tidak akan mendapat prioritas atau layanan khusus apapun, mungkin untuk mengingatkan para jamaah bahwa semua orang sama kedudukannya dimata Allah, yang membedakan hanya iman dan takwanya. Dan ini benar-benar terjadi, karena orang yang berdesak-desakan masuk pintu pesawat disebelah saya memegang boarding pass biru tua dengan tulisan besar EXECUTIVE CLASS. Kapan lagi kita-kita para Economy Class Traveller dapat berdesak-desakan bersama para penumpang kelas keramat, hahaha...
     Dan tidak perlu kita cuplik imigrasi, karena kita bisa tidur sambil mengantri imigrasi,j/k.
    Dan untuk mempersingkat waktu, akhirnya boarding call berkumandang, bagaikan tiupan sangkakala, dan berduyun-duyun para penumpang merangsek masuk ke airport bus...

Khas tanah Arab, tandus tanpa rumput hijau...

Bus-Bus ceper yang seakan tak memiliki roda

Pemandangan dari dalam garbarata

Tengok garbarata sebelah

Hahaha, saya masuk melalui garbarata kelas eksekutif

Melewati Kelas Eksekutif

Melewati galley

Welcome Drink yang disiapkan di galley

Tangga ke upper deck
      Akhirnya pesawat pushback dan lepas landas meninggalkan Jeddah. Singkat cerita akhirnya disajikan makan malam...


Meal saat flight GA 981

Meal saat flight GA 980


     Dan menunya sama persis dengan makan siang pada flight GA 980, bedanya hanya pada opor ayam dan kurma. Pada saat flight GA 980 menunya adalah ayam semur.
     Dan rasanya...opor rasa Arab, karena penyedia catering pada flight ini adalah Saudi Arabian Catering milik Saudi Arabian Airlines.


     Kemudian lampu diredupkan, sebagian menghabiskan waktu dengan tidur dan sebagian lagi menghabiskan waktu dengan menonton film yang ditayangkan layar tancap onboard.

     Akhirnya, saya terbangun ketika lampu kabin dihidupkan lagi, waktunya sahur!
Dan menunya lagi-lagi sama dengan flight GA 980.

Meal flight GA 981

Meal flight GA 980
Tidak ada yang menakjubkan dari menu ini kecuali croissant yang lezat...
Akhirnya sisa waktu penerbangan ini saya habiskan untuk berkeliling di kabin kelas ekonomi, ke main deck untuk melihat adik dan orang tua (saya terpisah sendiri di upper deck). Sekalian mengabadikan Boeing 747-400 yang akan pensiun...

Layar Tancap onboard di upper deck

Proyektornya layar tancap



Panel lampu dan AC yang klasik


TV kecil di kabin ekonomi bagian depan

Petunjuk ke upper deck
Akhirnya tiba di Jakarta...

Parkir disebelah Airbus A330 Garuda Indonesia

Jendela Upper Deck yang unik

Selamat Tinggal Boeing 747!
Remembering...


 My Flight with Garuda Indonesia Boeing 747-400 PK-GSH August 2009 (still with old livery)

     Dan menurut saya... Garuda berhasil menerapkan Garuda Indonesia Experience: Indonesian Hospitality yaitu Indonesian feels at home. Ya, tentu saja! Siapa yang tak merasakan hawa Indonesia dalam penerbangan Garuda ini? Karena 95% penumpang warga negara Indonesia, awak kabin semua juga warga negara Indonesia, makanan dalam pesawat juga makanan Indonesia.
     Menurut saya, jika memang Garuda Indonesia benar-benar niat menjadi 5 star airlines, Garuda Indonesia harus konsisten dengan layanan yang diberikan. Meskipun layanan ke Jeddah mengalami peningkatan daripada tahun 2009 ketika program quantum leap Garuda Indonesia dimulai, tapi layanan ke Jeddah masih dibawah standar penerbangan ke Asia Timur, Australia dan Eropa. Seperti tidak adanya comfort kit untuk penumpang kelas Ekonomi, padahal rute Jakarta-Jeddah adalah direct flight terjauh Garuda Indonesia. Semoga saat menggunakan armada Boeing 777-300ER rute Jakarta-Jeddah mengalami peningkatan standar layanan.

Mengenang Batavia Air::Die Cast Batavia Air Airbus A330-200

     Batavia Air, salah satu maskapai [enerbangan swasta yang kisahnya berakhir pilu... Hingga seminggu yang lalu beberapa pesawat bekas maskapai ini masih terparkir di sebuah hanggar di Bandara Soekarno-Hatta, teronggok begitu saja. Padahal maskapai ini sempat berekspansi dengan memiliki armada Airbus A330 yang rutin membawa jamaah umrah ke Jeddah (tahun lalupun ketika saya di Bandara Jeddah saya melihat sebuah Airbus A330 Batavia Air terparkir dan ketika di imigrasi Bandara Soekarno-Hatta saya melihat rombongan awak kabin Batavia dengan seragam berkerudung).

     Untuk mengenang kiprahnya, perkenankan saya menayangkan sebuah memoralibia yang didapatkan oleh seorang kawan saya yang pernah mengikuti program umrah Batavia Air bersama Madani Tour&Travel pada awal 2012, sebuah die-cast Airbus A330-200 Batavia Air yang cukup bagus (meskipun tidak detail) dan sepertinya tidak mendapat lisensi resmi dari Airbus.

     Die-cast ini (sepertinya) memiliki skala 1:400. Dibagikan kepada seluruh jamaah umrah saat itu secara cuma-cuma.



Produsen Model Pesawat-Shantou Wangchengfeng




Dudukan/stand die-cast bertuliskan "Kenang-kenangan umrah bersama Batavia Air" yang memang menjadi kenyataan, kenangan yang tak kan terulang...

Tampak Atas

Samping Kiri

Tampak Atas (lagi)

Samping Kanan

Bagian Bawah

Ekor


Mejeng bersama box
      Yang bagus dari model pesawat ini dalah: nomor registrasi yang benar-benar tertera sesuai aslinya, baik pada badan pesawat maupun sayap. Hal ini tidak kita temui pada die-cast Garuda Indonesia buatan dragon Wings yang lebih detail.



Selamat Tinggal Batavia Air, kini kau benar-benar tinggal kenangan...

JADOEL::PERAKITAN AIRBUS A340 PERTAMA DI DUNIA (1991)

Apa yang Anda pikirkan ketika melihat ilustrasi berikut?


Yap betul...ilustrasi sebuah Airbus A340-300 yang sedang lepas landas dengan gagahnya. Marilah saya ajak Anda kembali ke 22 tahun silam...tepatnya di tahun 1991. Di majalah JAKARTA JAKARTA No 258 8-14 Juni 1991 terdapat artikel yang membahas perakitan pesawat ini:


     Di dalam artikel disebutkan bahwa Airbus A340 merupakan generasi pertama pesawat yang khusus dirancang untuk penerbangan jarak jauh. Dengan kapasitas 295 penumpang, ia mampu terbang nonstop sejauh 12 kilometer. 

Industri penerbangan modern kini lebih tertarik pada pesawat dua mesin yang dapat terbang jarak jauh layaknya pesawat empat mesin. Hingga banyak pengamat yang menerka bahwa era pesawat jumbo dan empat mesin akan segera berakhir.

     Majalah Jakarta Jakarta diterbitkan pertama kali pada tahun 1985 oleh Yayasan Loh Jinawi. yang kemudian manajemennya beralih ke Kompas-gramedia. Majalah Jakarta Jakarta akhirnya berhenti terbit tahun Desember 1999.

     Kini pesawat Airbus A340 series sudah tidak diproduksi lagi. Keberadaannya digantikan dengan pesawat-pesawat berbadan lebar yang dapat terbang jauh hanya dengan dua mesin seperti Boeing 777, Boeing 787 dan Airbus A350 XWB

Monday, June 3, 2013

Take a Peek Inside Garuda's New Boeing 777-300ER

 


  Hore! Akhirnya Garuda Indonesia mengumumkan secara resmi kedatangan Boeing 777-300ER yang sudah telat 2 tahun! Garuda Indonesia mengungkapkan bahwa tahun ini akan datang 4 pesawat baru jenis tersebut, 2 pada akhir Juni 2013 untuk melayani rute Jakarta-Jeddah dan 2 lagi pada akhir 2013 untuk melayani rute Jakarta-London Gatwick.
     Pesawat Boeing 777-300ER Garuda Indonesia terdiri dari 3 kelas, 8 kursi di First Class, 38 kursi di New Executive Class dan 268 kursi di New Economy Class. Selain meluncurkan layanan First Class, Garuda Indonesia juga meluncurkan kabin kelas eksekutif dan ekonomi baru. Seperti apa interiornya? Mari kita intip!

FIRST CLASS
Garuda Indonesia First Class

Onboard meal yang disajikan oleh On-board Chef
     Layanan First Class Garuda Indonesia antara lain:
- Limousine Service, layanan antar-jemput dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta
Special Assistance pada saat keberangkatan dan kedatangan
- Akses ke Garuda Indonesia New First Class Lounge di Bandara Internasional Soekarno-Hatta 
  (CGK), danFirst Class Lounges mitra maskapai penerbangan di seluruh dunia
- 8 First Class Suite dengan seat pitch 82" dan lebar kursi 22", yang dapat diubah menjadi full flat
  bed seats
- Konsep fine dining personal dengan Chef on board, siap untuk hadir Anda dengan berbagai
  beragam hidangan. Nikmati aneka ragam makanan  daerah Indonesia, Jepang Kaiseki, atau Eropa 
  a la carte.
- Sistem hiburan Audio Video on Demand (AVoD) dengan layar sentuh 23.5"
Konektivitas dalam penerbangan (GSM & WiFi) termasuk akses WiFi gratis.

NEW BUSINESS CLASS


      Layanan New Executive Class Garuda Indonesia antara lain:
- 38 kursi Kelas Eksekutif dengan tata letak 1-2-1 sehingga setiap penumpang memiliki akses langsung ke lorong kabin.
-  Seat pitch 73"
-  Audio Video on Demand (AVoD) dengan layar 15"
Konektivitas dalam penerbangan (GSM dan WiFi)
-  Konsep makanan baru dengan tiga pilihan menu
-  Fasilitas mewah baru

NEW ECONOMY CLASS




 Layanan New Economy Class Garuda Indonesia antara lain:
-  268 reclining seats dengan seat pitch 32"
Audio Video on Demand (AVOD) , ditampilkan pada layar sentuh pribadi 9"
Konektivitas dalam penerbangan (GSM dan WiFi)
-  Konsep penampilan dan kualitas makanan yang baru dan ditingkatkan

    Penasaran ingin melihat lebih dekat? Tunggu penerbangan perdananya!
(Source: Colours May 2013 & http://www.garudaindonesia.co.uk