Thursday, July 25, 2013

New Garuda Indonesia Snack Box::What do You Think?



    Akhirnya Garuda Indonesia menggunakan snack box barunya untuk rute-rute pendek yang dilayani Boeing 737 setelah sebelumnya hanya digunakan di rute pendek yang dilayani CRJ 1000. Menurutku snack box ini sangat cantik dan terlihat elegan serta eksklusif, dengan disain nature wings khas Garuda Indonesia.  Dan sepertinya "Snack Time" sudah menjadi tagline Garuda Indonesia untuk snack yang dihidangkan pada penerbangan pendek. Tentu saja snack box ini 100x lebih baik daripada kantong "Snack Time" Garuda Indonesia yang hanya berisi sepotong roti. Ini opiniku, apa opinimu?

(Foto diambil dalam pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800NG penerbangan GA 223 Solo-Jakarta Juni 2013)

Garuda Indonesia Child Meal on GA 222 CGK-SOC

          Diantara layanan special service yang tersedia pada maskapai-maskapai ternama adalah speial meal. Dan diantara beragam jenis special meal tersebut, ada makanan dengan kode khusus yang diperuntukkan khusus untuk anak-anak. Kode tersebut adalah "CHML" yang berarti Child Meal.Untuk penerbangan long haul atau intercontinental, tentu layanan special meal adalah wajib hukumnya bagi setiap maskapai yang waras. Garuda Indonesia sendiri menyediakan layanan special meal, tapi untuk rute jarak pendek Garuda Indonesia hanya menyediakan special meal untuk anak-anak yang dapat dipesan ketika booking secara online di situs Garuda Indonesia atau melalui call center paling lambat 24 jam sebelum keberangkatan dan dikonfirmasi ulang ketika check-in di bandara.

     Singkat cerita, suatu hari di bulan Februari, saya sekeluarga hendak pergi ke Solo (as usual, jangan bosan yah dengan Solo!). Dan perjalanan kali ini  (as usual again) saya menggunakan Garuda Indonesia kelas ekonomi. Ketika booking melalui situs Garuda, saya sempat heran karena pilihan layanan child meal tidak hanya ada untuk anak-anak, tapi untuk orang tua juga. Akhirnya saya iseng memesan child meal untuk adik saya yang masih berusia 5 tahun. Dan perjalanan dimulai...



Setelah check-in, langsung bablas ke boarding gate...



Akhirnya tiba saatnya boarding...

"Selamat Datang di Singgasana Anda..."
Tapi itu khayalan...
Realitanya, saya duduk disebelah si kecil yang tidak bisa diam dan super bawel

Adegan yang sama sekitar 2 tahun yang lalu...


Waktu itu si kecil masih berusia 3 tahun dalam penerbangan Garuda Indonesia Solo-Jakarta

Setelah dia sudah duduk manis dengan sabuk pengaman terpasang, mari kita perhatikan suasana sekitar...

AVoD

PK-GGG ternyata masih eksis dengan livery e-travel


Akhirnya pesawat push back dan mulai berjalan di apron



Akhirnya pesawat mulai mengudara...


Si Kecil asyik menonton film...


Akhirnya seorang pramugari menghampiri kursi kami dan mengantarkan child meal yang sudah kami pesan untuk Si Kecil, seperti apakah rupa child meal untuk rute pendek sejam?

Snack Box GA CHML yg juga digunakan untuk rute long haul
       Box yang digunakan sama dengan yang digunakan untek rute-rute jauh, bahkan seingat saya desain boxnya (kecuali lambang Garuda yang baru) sama dengan box child meal sepuluh tahun yang lalu. Motif batik dipingiran box adalah motif seragam awak kabin dan petugas darat Garuda yang lama.

    Lalu apakah isi box yang cantik ini?



Muffin, Roti Nanas, Jelly, Coklat wafer Top, Air Mineral dan Cutlery Set (ngapain pakai cutlery set?)
Bagus untuk rute pendek, mengingatkan saya pada snack Garuda jaman dulu yang lebih manusiawi daripada...

Red Bean Bread ala Garuda Indonesia
Saudara-saudara, inilah snack saya untuk penerbangan ini: Roti kacang merah yang sungguh terlalu berikut manageset... Roti dengan kantong putihnya yang khas itu adalah signature dish kelas ekonomi rute pendek Garuda yang berangkat dari Jakarta. Bersyukurlah, airlines full service luar negeri lebih medit daripada Garuda.
Setelah itu dilanjutkan foto bersama teman seperjalanan...


Dari kiri ke kanan: Inflight Entertainment guide, Garuda New Inflight Shopping, Safety Instruction Card, The Last Garuda Magazine published by Indo Multimedia, manageset dan snack.

Pesawatpun terus mengudara...membelah langit biru yang cerah di bulan Februari...

Dengan AVoD harga promo yang Anda bayar berasa Jackpot
Kemudian datang awak kabin lain yang membawakan 'sesajen' untuk adik saya (bukan deh, adik saya dapat mainan)

"Wah...kok yang digambar mirip aku yah..?" *becanda loh dek
Rampasan perang yang adik saya dapatkan hari itu...

Tak terasa akhirnya pesawat mulai menurunkan ketinggian dan memasuki ruang udara Solo...




Dan akhirnya mendarat di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo (sebenarnya masuk ke daerah Boyolali)




Pemandangan kabin ketika penumpang disembarking

My Seat
EMEX Rows

Front Row Y Clas
Motif anyaman yang berbeda antara C class dan Y class
 Setelah disembark, saya masih sempat memotret sekitar...








 Demikian sekilas perjalanan Jakarta-Solo dengan Garuda Indonesia penerbangan GA 222 dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-800NG nomor registrasi PK-GMF (Garuda Maintenance Facility hehehe). Menurut saya kualitas dan kuantitas child meal untuk kelas ekonomi jarak dekat sudah bagus, kekurangannya hanya makanan hgusus anak-anak ini harus dipesan terlebih dahulu hingga tidak semua penumpang anak-anak menikmatinya. Dan Garuda Indonesia kurang mempromosikan layanan special mealnya. Akhir kata terima kasih kepada Anda yang telah membaca trip report membosankan dari blogger amatir ini. See you next time  :)

Sunday, July 21, 2013

GA 0223 SOC-CGK with Brand New Boeing 738!

     Kira-kira sejak awal 2011, pesawat-pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800NG yang baru dengan AVoD mulai digunakan untuk layanan Jakarta-Solo dan sebaliknya. Tapi tak semua flight dari/ke Solo menggunakan pesawat-pesawat baru ini, terkadang (jika tidak beruntung) Anda akan mendapatkan pesawat dengan regristasi PK-GE*.

     Sudah beberapa kali saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba pesawat PK-GM* atau PK-GF* tersebut, tapi baru kali ini saya dapat mendokumentasikannya...

       Kisah kita dimulai di...
Beberapa foto yang saya ambil di sekitar Bandara Adi Soemarmo...

Banner rute baru Balikpapan-Solo-Balikpapan yang dilayani Citilink
Kantor Batavia Air yang baru beberapa hari pailit
Disebelahnya ada kantor AirAsia yang akhirnya membuka lagi rute KL-Solo

Surat Pengumuman Batavia pailit
Masuk ke check-in hall...

Check-in Counter SilkAir  Solo-Singapore

Suasana check-in hall

 Kemudian, masuk ke Boarding Room...
Ada Sriwijaya Boeing 737 yang juga mau ke Jakarta...



Kemudian datanglah pesawat yang akan saya tumpangi, Garuda Indonesia Boeing 737-800NG PK-GFD dan parkir di gate internasional



 Kemudian setelah penumpang Sriwijaya Air boarding, ada kejanggalan pada gate display...


Belum saja display Sriwijaya hilang, tiba-tiba logo Garuda sudah muncul

BOARDING







 WELCOME ONBOARD


Newspaper tray yang tepat disebelah kanan saat kita masuk

Tengok kanan

Tengok kiri

Kursi kelas ekonomi
Cabin Baggage Bins

Suasana kabin

Overhead Panel

 Singkat cerita...akhirnya pesawat push back dan take-off setelah penumpang kelas eksekutif diberi welcome drink dan kelas ekonomi diberi permen










Mengecek Inflight Entertainment







Melihat isi kantong kursi...

Edisi terakhir majalah Garuda terbitan Indo Multimedia
Saatnya nyemil...

Bentuk meja yang unik, tapi luas mejanya semakin sempit!
Senang melihat snack box!Kantong roti sungguh membosankan!
Standar makanan kelas ekonomi short hop Garuda yang semakin menyedihkan
Mulai menurunkan ketinggian dan persiapan mendarat...








Dan landing di Bandara Soekarno-Hatta


SAUDIA Boeing 777-300 baru


Meyakinkan bahwa Anda tidak salah tujuan


Terminal 2F a.k.a Dunia Garuda

Remote Parking


My Seat: 12F

Economy Class

Executive Class

Turun menghirup udara segar





Rombongan jama'ah umrah yang lanjut dengan GA 980 ke Jeddah

Silahkan ambil bagasi anda disini
     Satu hal yang mungkin perlu dikritik dari Garuda adalah kualitas makanan untuk kelas ekonomi jarak pendek yang menurun dan tidak konsisten. Dulu untuk penerbangan singkat dibawah 2 jam Garuda menyediakan 2 macam snack dan coklat. Tahun 2002 silam coklatnya adalah Cadbury Zip dan akhir-akhir kemarin sebelum ditiadakan adalah  KitKat. Akhir-akhir ini, makanan rute-rute pendek tersebut cenderung berubah-ubah dan tidak konsisten, sempat berupa 2 snack dan 1 juice dalam kemasan, sempat juga air mineral dan 1 roti. Bahkan yang saya tidak suka adalah makanan untuk keberangkatan dari Jakarta, hanya berupa 1 buah roti dengan macam-macam rasa yang berbeda setiap penerbangan dengan dibungkus kantong yang sangat membosankan dan tidak menggugah selera.
     Demikian opini saya, mohon maaf apabila kualitas gambar yang dibawah rata-rata dan penyampaian yang membosankan. Thanks for reading :)